Senin, 01 Oktober 2012

Renungan



Sebuah Muhasabah Diri



Tuhanku, 
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas 

Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra 

Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi 

Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit 

Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit Mu yang tanpa batas
Tuhanku 

Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU 

Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi …hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU
Tuhanku…………..baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air 

Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api 
neraka MU 
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU 

Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU 
Diri yang tangannya banyak maksiat ini, 
Mulut yang banyak maksiat ini, 
Mata yang banyak maksiat ini… 

Hati yang telah terkotori oleh noda ini…memiliki keinginan setinggi langit 

Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???

Tuhan…Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku…. 

Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya

Mungkin tanpa kami sadari , kami pernah melanggar aturanMU 
Melanggar aturan qiyadah kami, bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah 

Yang telah Tuhan percayakan kepada kami…Ampunilah kami

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU 

Tuhanku….Siangku tak selalu dalam iman yang teguh 

Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat, 
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU 

Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit 

Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu 

Atau….dalam maksiat kepadaMU “Ya Tuhanku Tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar